
Tenggarong Di balik setiap kesuksesan seorang alumni, selalu ada sosok guru yang dengan ikhlas membimbing, mendidik, dan menanamkan nilai-nilai kehidupan. Hal inilah yang menjadi pesan utama dalam rubrik Kata Alumni Madrasah Aliyah PPKP Ribathul Khail Tenggarong.
Melalui kisahnya, Ustadz Rahmat Hidayat, S.Pd., alumni MA PPKP Ribathul Khail, mengenang jasa salah satu guru yang sangat berpengaruh dalam perjalanan hidupnya, yakni KH. Abdul Ghani.
Menurut beliau, semangat KH. Abdul Ghani dalam menuntut ilmu, beribadah, dan menjaga silaturahmi menjadi teladan yang tak terlupakan. Meski usia beliau tidak lagi muda, semangat dakwah dan pengabdian tetap terpancar. Bahkan, beliau rela menempuh perjalanan dari Tenggarong menuju desa-desa hanya dengan mengendarai sepeda motor demi menyampaikan ilmu kepada masyarakat.
"Siapa aku tanpa guruku."
Ungkapan sederhana tersebut menggambarkan betapa besarnya peran seorang guru dalam membentuk karakter, akhlak, dan masa depan para santri. Tidak hanya mengajarkan ilmu pengetahuan, para guru juga menanamkan nilai keikhlasan, keteladanan, serta semangat untuk terus belajar sepanjang hayat.
Ustadz Rahmat Hidayat juga menyampaikan bahwa berbagai ilmu, nasihat, dan bimbingan yang diterimanya selama belajar menjadi bekal berharga dalam menjalani kehidupan dan mengabdi kepada masyarakat.
"Dari beliau juga kami mendapatkan banyak ilmu dan nasihat yang sangat berguna. Tanpa beliau dan guru-guru kami, kami tidak akan bisa menjadi seperti sekarang ini," ungkapnya.
Kisah ini menjadi pengingat bagi seluruh keluarga besar MA PPKP Ribathul Khail Tenggarong bahwa keberhasilan seseorang tidak pernah lepas dari doa dan jasa para guru. Oleh karena itu, sudah sepantasnya kita senantiasa menghormati, mendoakan, dan menjaga silaturahmi dengan para guru yang telah mendidik kita dengan penuh keikhlasan.
Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kesehatan, keberkahan umur, dan pahala yang berlipat ganda kepada seluruh guru yang telah mengabdikan hidupnya untuk mencerdaskan generasi penerus bangsa.